Book Review : The Devil in Black Jeans

Posted on Updated on

Judul : The Devil in Black Jeans
No. ISBN : 9789792291889
Penulis : aliaZalea
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit : Februari – 2013
Jumlah Halaman : 352

Cerita di awali ketika pengacara ayah Jo membacakan surat wasiat. Jo adalah anak dari istri pertama Samuel Brawijaya, ayah Jo yang seorang drummer legendaris Indonesia yang super playboy. Selain dia, yang datang waktu itu adalah istri ketiga, Poppy, yang usianya terpaut 10 tahun dari Jo dan anaknya yang ABG, Blu, kemudian ada istri kedua papanya yang pernikahan mereka hanya bertahan dua tahun. Selama ini Jo selalu menjaga jarak dengan keluarga ayahnya, dia ‘melarikan diri’ ke Berlin untuk melanjutkan pendidikan sehingga dia tidak kenal betul dengan Blu, adik tiri satu-satunya, kalau saja ayahnya tidak meninggal karena kecelakaan mungkin Jo tidak akan pernah mengenal Blu. Di pembacaan wasiat itulah Jo tidak pernah menyangka kalau justru dia akan mengurus Blu. Ayah Jo berwasiat kalau Johan Brawijaya, sebagai anak laki-laki satunya ditugaskan untuk mengurus Blu selama Poppy menyelesaikan khursus kuliner di Prancis. Kembali ke Jakarta dan memenuhi semua kebutuhan Blu, menjadi kakak tiri yang bertanggung jawab.

Seperti kebanyakan anak laki-laki yang selalu punya masalah dengan ayahnya, tak terkecuali dengan Jo, sejak ibuya meninggal dia memilih hidup mandiri dan dia sempat sebal dengan surat wasiat tersebut. Tapi dia tidak ingin mengecewakan pesan terakhir ayahnya, dia pun melupakan mimpinya untuk go international dan kembali ke Jakarta, bergabung dengan bandnya Ravelino Darby mengisi posisi drummer. Dia juga seorang playboy yang penuh kebebasan, mengurus Blu membuat dia tidak bisa sembarangan membawa pacarnya ke rumah, dan mengurus keperluan Blu yang seorang penyanyi opera yang sedang naik daun tidaklah mudah, hampir menguras semua waktu Jo, belum lagi kalau ada tour dengan bandnya. Dia pun memikirkan untuk mencarikan asisten pribadi untuk Blu dengan meminta bantuan kepada Ravel. Walau terlihat sangat cuek, sebenarnya Jo sangat menyayangi Blu, dia ingin adiknya mendapatkan yang terbaik dan cenderung protektif, dia tidak ingin sembarangan orang yang menjadi asisten adiknya nanti.

Dara sangat berpengalaman menjadi asisten karena beberapa tahun menjadi profesi itu, tapi kali ini berbeda, yang ‘diurusnya’ adalah anak ABG penyanyi opera lagi, sesuatu yang baru. Sebenarnya sang tunangan, Panji tidak memperbolehkan Dara berkerja sebagai asisten artis lagi karena pekerjaan itu menyedot waktu kebersamaan mereka, selain itu tahun depan mereka berencana menikah dan tidak sedikit biaya yang dikeluarkan. Maka, waktu menghadiri wawancara Dara tidak memberitahu Panji. Sejak pertemuan pertama, Dara dan Jo terlihat sangat bermusuhan. Walau banyak gadis mengidolakan Jo, Dara sangat tidak tertarik padanya, dia lebih suka kepada Ravel, Dara tahu kalau selain mengoleksi stik Drum, Jo juga mengoleksi perempuan, image-nya sebagai badboy terlihat jelas. Jo juga suka mengoleksi tato di tubuhnya.

Jo sangat tidak setuju kalo Dara menjadi asisten Blu, bukan karena waktu pertama kali ketemu Dara menuduh Jo ngobat, karena dia merasa Dara terlalu cantik menjadi asisten. Wanita cantik seperti dia baiknya dipacarai atau dipertontonkan kepada laki-laki lain bukannya dijadikan istri atau pegawai. Tapi Blu sangat menyukai Dara yang mengerti banget tentang dirinya, apa yang disukai gadis seumurnya dan berbagi rahasia yang tidak bisa dia ungkapkan kepada kakaknya. Jo pun menyerah. Tidak mudah menjadi asisten Dara karena peraturan dan job description-nya sangat banyak dan Jo merupakan orang yang teratur, sangat-sangat teratur, dia tidak suka jika ada yang berubah sedikit pun. Sebaliknya dengan Dara, dia ingin membuat yang teratur itu menjadi lebih baik, memudahkan mereka berdua untuk saling cek-cok. Masalah mulai datang ketika Panji, tunangan Dara mengetahui pekerjaan barunya, dia pun mempercepat rencana pernikahan mereka, bersamaan dengan hati kedua orang tersebut saling menyukai.

Dara melaksanakan tugasnya dengan baik, namun beberapa tindakan Dara membuat Jo marah besar, seperti saat Dara merubah isi dapur Jo, ini tindakan yang akhirnya dimaafkan.

“Memang Dara itu siapa, mencoba mengatur hidupnya? Pacar bukan, orang tua bukan, saudara juga bukan. Sebagai asisten Blu, dia boleh-boleh saja mengatur hidup Blu, tapi tidak kehidupannya.” Hal. 87

Tapi, saat Jo memergoki Dara mengijinkan bahkan mengantar Blue ke acara Tahun Baru dengan seorang cowok tanpa seijinnya, Jo tak bisa lagi mentorerir, dia langsung memecat Dara dan membuat wanita ini berbalik marah besar padanya.

================================================================================================================

Ini karya ke – 5 aliaZalea yang aku baca. Konflik yang ada pun gk begitu berat,ceritanya ngalir.. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan gk bosenin bikin nambah nilai plus dari gue. Tentu aja seperti karya mbak Alia sebelumnya,banyak adegan dewasanya. So, buat kalian yang belum cukup umur jangan baca deh ya ^^

Banyak yang saya suka dari novel The Devil in Black Jeans ini. Gaya bercerita aliaZalea yang rapi dan lugas, alur cerita yang menarik dengan konflik-konflik antar tokoh yang intens namun tidak membosankan, penggunaan dan penuturan bahasa (Indonesia dan Inggris) yang cerdas dan penggambaran karakter tokoh-tokohnya yang kuat.

Untuk karakter, saya suka bagaimana aliaZalea menggambarkan Blue dan Jo, baik mereka masing-masing sebagai tokoh individu maupun interaksi keduanya sebagai kakak beradik. Blue dengan kepolosannya sebagai ABG dengan tingkah yang lucu dan menggemaskan, juga Jo yang digambarkan sebagai bad boy yang begitu menghadapi hal-hal yang menyangkut kehidupan adiknya berubah menjadi kakak yang sangat bertanggung jawab. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s